Oleh: azizyhoree | Juli 30, 2016

Himalayan Odyssey 2016 ( next filling station 365km Ahead!!! )


Hello  mas bro ,  lanjut cerita tentang perjalanan Himalayan Odyssey di India  ,   ini adalah cerita  pahit getirnya  gimana susahnya mendapatkan bensin atau bahan bakar di jalur himalaya , terutama  jalur perjalanan dari kota Leh , menuju Keylong   atau sebaliknya  ,  dimana    jarak kedua kota adalah 365km    dan tidak ada SPBU atau gas station di tengah jarak antara kedua kota tersebut ,  parahnya lagi    365 km  itu didominasi medan yang terjal, naik turun meliuk ekstrim di tepi lembah & jurang pegunungan serta ditengah lembah gurun pasir

Watermark636054302182432142bayangan gambarannya , mas bro  memulai perjalanan   dari Jogja  ,  &   menemukan  SPBU bahan bakar lagi   baru  di  Cileunyi bandung    mantab   bukan?  dan  70 % kondisi   dari 365km itu jalanan  non aspalt   ,  sudah mulai kebayang kan?  :mrgreen:  , tak  heran    jarak  365km tersebut jika   ditempuh dengan Riding pada siang hari   katakanlah mulai start jam 08:00  dan  berakhir  jam   17:00   maka   365km jarak kota leh- keylong   harus ditempuh 2 etape   2 hari   atau 2x  riding siang hari  membelah gunung , lembah & gurun .

Watermark636054296773012393

Oleh karenanya  umumnya , & seharusnya  wisatawan bermotor atau yang akan touring melewati jalur ini secara independent atau  non group yang tidak dikelola Event organizer  , pemotor wajib membawa   wadah /  jerigen berisi bensin atau bahan bakar   , minimal  5-10 liter  ,  untuk  mobil  biasanya  15-20 liter cadangan  yang harus dibawa

Watermark636054301419075344

nah beruntung karena kami adalah termasuk peserta Himalayan Odyssey   yang  telah diorganisir  oleh EO ,   maka   kami tak harus membawa jerigen  cadangan   namun  truck  crew sweeper membawa logistic termasuk   persediaan bahan bakar ,  tapi  tak juga menjadikan peserta dimanjakan,   peserta dibatasi  mengisi bahanbakar cadangan  maksimal  5 – 7 liter saja  , sementara perjalanan ditempuh dalam 2 hari

Watermark636054588345045057

jadi   harus benar benar  pandai mengatur  kontrol gas  &  manajemen  emosi berkendara ,  membawa Royal enfield Himalayan 410cc  big single cylinder bukan perkara mudah jika bahan bakar dibatasi seperti ini ….   medan berat  mendaki menuruni lembah  pastinya butuh tenaga mesin  yang siap selalu di pacu , namun harus tetap ingat dengan ketersediaan bensin !

Watermark636054301987470367

sampailah pada kondisi seirit iritnya riding mode yang saya terapkan,   jarum penunjuk tangki bahan bakar  terjun ke  garis  empty bar !  weladalah ………….   ampun tenan gan,   clingak clinguk , toleh kesana toleh kesini cuma lihat hamparan   gunung   yang  di pucuknya berselimut salju

Watermark636054296188683095

beberapa kali mencoba berhenti  di  rest area sambil ngopi sambil bertanya ,   hello Sir , hello madam,  Do you have  e petrol ?  dan selalu dijawab dengan  aksen  menggeleng kepala , No No , No petrol !!

walahhh  jawaban yang membuat kami yang kritis hampir kehabisan bensin ini semakin  pucat !

di gas tipis tipis  melanjutkan perjalanan  dengan sangat santai ,  beberapa turunan jalan sering dimatikan mesinnya,  saya tau ini berbahaya  turun tanpa menyalakan mesin  , minim traksi pada roda belakang, namun  gimana lagi demi menyambung perjalaan  sampai finish   harus  dilalui kondisi seperti ini

siang tengah hari kami beristirahat lagi dis ebuah desa bernama Sarchu   kebetulan banyak  warung  dan  disambut oleh  seorang ibu ibu berwajah  Tibet …  hendak menjajakan  menu makan siang ,  namu  saya bertanya lagi,  hello madam do you have a  petrol?  …..

dia hanya menunjuk  dan masuk  ke dalam warung sambil membawa  bekas botol Oli   dan berkata ,   Petrol ?    5 litre?

saya mengangguk   Yess madam  ,  sumringah mengalahkan rasa lapar ,  bak melihat  permata terscecer ditengah gurun :mrgreen:

saya tebuslah 5 liter bensin tersebut dengan harga 2x lipat  dari harga biasanya  ,  yakni 700 rupee untuk 5 liter yang takarannya juga tidak penuh hehehehe  tapi   inilah  permata yg kami cari  ,    700 rupee setara sekitar 146 .000  rupiah

hati tenang makan mie instan serasa spagheti bumbu  ayam kampung  ,  padahal  entah bumbu lokal ,   kebawa senang aja kalii  wkwkwkkw

berikut video   proses  refuel  bensin eceran di  rest area di Himalaya –>>

nah seperti itulah  kira kira  pengalaman   jantung berdebar hampir kehabisan bensin di Himalaya mas bro lanjut nanti lagi cerita di artikel berikutnya  ,

 

oiya berikut ini video Vlog susulan  di hari pertama yang baru sempat di opload  ,  masih banyak video lainnya juga tapi sabar yakk  agak berat uploadnya  hehehe , Vlog pertama saya yg saya upload , maaf  kalau ngomongnya ngos ngosan ,   terkait Altitude diatas  3500- hingga  5000 an mdpl membuat saya  susah bernafas mas bro hehehe –>>

salam from warung DOHC , Wassalamu’alaykum   😀

 

 


Responses

  1. Hehehe kgk ke di indonesia.
    Jalan makadam aja ada Pertamini. Malah sekarang di desa desa kecil pertamininya pake dah pake pompa kek spbu.
    BTW pertamax.

  2. Ora ono gadise po broh..

  3. ruarrr biasaaa

  4. ampuh tenan.. ngene ki nek mblogger mbodrek tulisane piye yo.. wkwkwk

  5. Manclab masbro…

  6. keren tenan lek, tapi sepi ya kotanya

    berati nek bensin habis truck logistic gak segampang itu ngasih bensin ya?

    • lha truck logistic e aja jga ikut berjuang turing antar lembah antar gunung kok :mrgreen:

  7. speechless..

    • Deg deg an Menyenangkan tapi om 😁

  8. Wehehe..menegangkan

  9. Wah CBR harus modif pasang tank tambahan nih, tank kecil sedikit…

    • pasang tank pulsar mas 😀

  10. jenis2 bensin di sana apa aja lek? oktane brp

    • rata rata premium untuk petrol & diesel biasa mas, warna cairan agak kuning kurang bersih

  11. 365km? Salah lu mas, harusnya naek verza. 365km cukup bensin 2 liter.
    Lha wong klaim pabrikan bisa 160KPL kok.

    Ngoahahahaha

    • orang waras membaca pertualangan nya yg luar biasa
      orang ga waras ya bc dimana2

      • lupa
        ngoahahahahahahahaha

  12. maknyos, pengalaman seru..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: