Wohh, ternyata " YRA" menjadikan Vixion untuk melatih feel pembalap!

Meski di era masa lalu sempat ada kelas OMR sport untuk roadrace yang pernah di huni RX-king dari pabrikan yamaha & Ninja 150 dari pabrikan Kawasaki, tetap saja yang menghantarkan beberapa racer indonesia bersinar di kancah next level balap asia maupun dunia, terlahir dari racer underbone alias bebek yang sudah mengental dan mahir menekuk motor nya di pasar senggol , kalau di negara lain sich  sudah lazim dikenalkan dengan sport sejak racer usia dini… seperti di eropa dengan CBR 125 maupun YZF R125 ,  atau di thailand & jepang dengan OMR CBR 150 sejak 2002 an
nah di indonesia masa sekarang  ternyata Yamaha lah yang melek akan mimpi2 “memapankan racer dengan tunggangan sport sejak dini ”  agar kelak tak banyak adaptasi untuk membesut motor dengan feel moge di ajang balap dunia yang sesungguhnya

pict google

seperti yang telah di ulas di www.motodream.net  ” Untuk itu Yamaha Riding Academy (YRA), sebagai akademi balap bagi  pembalap muda Indonesia dilatih sedini mungkin menggunakan Vixion sebagai kuda pacunya sebelum memegang kendali R6 dan sejenisnya.
YRA adalah bentukan Divisi Motorsport Yamaha Indonesia untuk pembibitan, pembinaan secara berjenjang para pembalap muda Yamaha Indonesia yang ingin berprestasi di olahraga balap motor hingga level internasional.
YRA berdiri sejak 2004 dengan tujuan memfasilitasi minat dan bakat pembalap muda Yamaha Indonesia di cabang road race. Tahun ini, YRA kembali hadir dengan format dan kurikulum baru yang mengacu kepada metode pelajaran berbasis internasional secara terstruktur dan berkesinambungan.
.

Untuk menunjang latihannya, YRA senantiasa menggunakan Yamaha Vixion sebagai latihan dasar sebelum pembalap benar-benar mampu mengemudi motor “berfairing”. .
”Vixion dipakai dalam latihan YRA untuk adaptasi pembalap pada motor berkarakter sport dan juga untuk meningkatkan skill. Khususnya di periode ketiga ini sebagai latihan untuk persiapan final Yamaha Cup Race (YCR) di Malang dan Yamaha Asean Cup Race,”
info from  :  motodream
Sebanyak 20 pembalap Yamaha yang merupakan hasil seleksi 10 besar terbaik dari YRA periode pertama dan kedua, ambil bagian dalam YRA periode ketiga. 10 diantaranya yang akan membalap di final YCR dan Yamaha Asean Cup Race.
nah tuh,  yamaha sudah mulai mengubah standart media balap nya dengan motor sport,   satu langkah yang maju bagi pembibitan racer indonesia untuk maju menuju jenjang balap yang semakin mendunia..  hmmm  pabrikan lain  kapan menyusul support ajang race secara resmi pabrikan?   😛
gimana seharusnya langkah pabrikan memajukan racer indonesia?  monggo di share pendapat dan uneg2 mas bro sekalian ..
salam from warung_DOHC_never_ending_horee_exploring!
Wassalamu’ alaykum  😉

32 Comments

  1. hemm…yang tetep eksis di motorsport emang tetep Y…dulu banget, YRA pake TZ kalo gak salah, sekitar 2000an gitu buat training angkatan-e Hendriansyah dkk…jawara Indonesia pake FIZR knalpot udang :mrgreen:

  2. suatu gebrakan yang bagus buat mencetak calon2 pembalap handal, nah tinggal pabrikan2 lainnya aja nih, setau saya kawasaki punya rr dan r nya yamaha dengan vixion, Honda?…. kayaknya agak berat pakai CBR150… suzuki?…. hanya tuhan dan pabrikan suzuki yang tau…..

    • Loh kenapa berat ? Justru karakter CBR 150R cocok mas dgn sirkuit, jadi bibit2 muda sudah terbiasa dgn karakter overbore. So jika mau naik ke supersport gak terlalu kagok. Di banding overstroke tenaga empos putaran atas.

  3. Oh.. Tenang Ahm kan kaya. Lagipula ngutak atik cbr jadi kenceng mah gampang. Tinggal tingkatin torsi pake knalpot racing setting Pj/mj kalau karbu, injeksi pake knalpot plus piggyback dpet tuh 18 hp’an. Apalagi ecu racing, per kopling, porting, dll bisa lbh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*