Iklan
Oleh: azizyhoree | Desember 11, 2011

Test ride – Touring TVS Tormax 150 jakarta-puncak-bandung # etape 2


Sambungan dari acara Touring TVS Tormax 150 yang kemarin ………………………………………………………….. aghihii…  karena dilanda kecapekan  .. baru bisa update setelah seminggu  (mirip  report nya motomax antv )  :mrgreen:

Yups etape ke 2 touring test ride ini start di awali dari Merlimba resto di puncak pass setelah istirahat siang-sholat-& makan….   pergantian jongki test rider pun terjadi , kali ini WD berkesempatan menuntaskan menggeber si Tormax 150 red-white ,ok setelah safety gear komplit di pakai oleh peserta rombongan pun kembali berjalan dengan di kawal 2 moge yamaha kepolisian 🙂

start engine…   kangkangin si tormax…  hmm  seperti kebanyakan bebek lainnya posisi stang tinggi dan jangkauan tangan dengan posisi duduk nyaman,  jok juga lumayan lebar, ga terlalu empuk, namun juga ga terlalu keras, meski begitu nempel tidak licin dengan posisi duduk saat riding

siph  rute setelah puncak pass masih dihiasi track meliuk dengan banyak corner parabolic yang di kombinasikan dengan tanjakan dan turunan di kanan=kiri lembah kebun teh cocok banget untuk menguji handling!  nah di posisi rute ini patwal mengawal rombongan dengan speed terlalu pelan  ( kayaknya masih kekenyangan setelah di merlimba)  :mrgreen:   xi xi xi  walhasil test rider dari jurnalis dan bloger mendahului patwal , tak kuasa menahan godaan track puncak yang waktu itu sepi & kondisi track penuh liukan dalam kondisi kering  😆

tak lupa untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan teknis  crew mechanic TVS juga turut mengikuti touring ini beserta perlengkapannya  🙂

lalu gimana handlingnya si tormax ini?,  ahayy  mantab chasisnya cukup rigid menahan hentakan2 saat berakselerasi maupun melibas tikungan dengan kecepatan tinggi meski sebenarnya suspensi depan akan lebih mantab lagi jika agak sedikit diturunkan  (rebound nya agak hard ini si tormax)  gimana dengan  monoshock belakang yang rebah dan mengaplikasi canister?   yups  masih  sangat mantab melahab corner sambil buka throttle , maupun hard brake dengan injakan pedal rem belakang lebih dalemm  kemampuan system brake not bad lagh!  soft pakem untuk disc brake depan maupun belakang

untuk boncengan  kayaknya juga fine2  aja  ga ada effect amblesh , bisa dilihat  dari gambar diatas saat  crew motomax ANTV mengambil shoot perjalanan touring  🙂   walaupun di beberapa mode pengetesan sambil cornering  sekali-dua kali ada gejala ngebuang karena velg dan ban belakang WD rasa akan lebih cocok & proporsional terhadap body nungging nya jika lebih besar dan gambot

nah sekarang impressi tenaga nya…….

Si bebek 150 cc ini  mempunyai akselerasi yang assooyy, racikan rasio transmisi nya ga terlalu close, namun juga ga terlalu panjang, nafas mesin nya yang panjang… torsi motor ini meledak-ledak sedari Rpm rendah sayang limiter RPM nya bekerja di RPM tak terlalu tinggi yaitu  di RPM 9500 ditandai dengan display tachometer yang berkedip-kedip setelah menyentuh angka 9500an

pict iwb

jika di geber serius,  gear 3 si tormax ini bisa tembus diatas 90kpj  gear 4 nya  masih melenggang diatas 100kpj , gear 5 nya masih bisa bernafas untuk kecepatan diatas 100 kpj topspeed yang bisa WD  raih  ga terlalu tinggi 105kpj  (bukan kemampuan mesin maksimal)  kebetulan waktu itu  ga begitu mood mengekplorasi top speed karena kondisi jalan & mengikuti iring-iringan rombongan  , melihat dari record di speedo dogital nya, top speed tertinggi di pegang tormax red-black yang di pegang kang Gozzy dari otospeed semarang,  meski begitu  WD  justru sering menikmati corner speed nya aja ,  di lurusan santai..  begitu liat belokan malah nambah gass, walhasil sering over take kang gozzy maupun melibas kang IWB di tikungan  xixixi  :mrgreen:

di panel speedo meter ada 2 tombol, untuk mode (R) race,maka akan mencatat akselerasi o-60kpj  beserta lap time nya ,  tombol di bawahnya bisa mencatat jarak tempuh dengan 2 mode yaitu trip A & trip B  sedangkan jika ke 2 tombol di pencet bersamaan akan ter record top speed , average speed dan waktu tempuh nya   (selama touring BBM  =  premium)

setelah memasuki bandung via Cimahi , terjadi kemacetan luar biasa, dan diputuskan mengambil jalan alternatif via cisarua menuju arah lembang yang  melewati track naik-turun dengan tanjakan ekstreem dengan pemandangan yang segar 🙂  wedyann  untuk menanjak ga ada gejala ngempos dengan si tormax gear 3 tetap tancap atau menanjak sadis dengan gear 2 jga tetap laju torsi melimpah di rpm rendah sangat berperan disini!  WD sangat penasaran dengan system cluth nya yang perfect dalam shifting gear ,  lha gimana nggak?  tiap kali pindah gear 1 ke 2, 2 ke 3 dst   ga ada drop nya,  badan motor terdorong dengan hebat!   artinya, jika pengguna tormax ingin mendapatkan tenaga instant dengan torsi badak nya tinggal selip kopling, dijamin hentakannya diatas rata2 bebek disini

namun ada yang aneh juga dengan underbone 150 cc over bore ini ,  karakter tenaganya enak di rpm rendah,  di tengah  biasa-biasa aja, namun di high rpm  melejit lagi  , he he he aneh to ?  😆

 

setelah menjelang mahrib  , rombongan tiba di garis finish di hotel Cipaku garden walahh  lelah  juga  tour mengikuti rombongan lanjut acara santai ,  dan sempet ngobrol juga dengan mechanic kepercayaan TVS tentang si tormax..  ada juga session kopdar dengan koboys bandung Yaitu kang Monde Lotus & Aan Hamzah (bikerpoint.wp.com)

spec Tormax 150:

Dimensi

Panjang: 1.955 mm
Lebar: 730 mm
Tinggi: 1.070 mm
Wheelbase: 1.250 mm
Ground clearance: 150 mm
Berat: 120 kg
Tinggi sadel: 772 mm

Mesin

Tipe mesin: 4 stroke, SOHC, liquid cooled turbo engine (3 Valve Technology: 2 inlet+1 exhaust)
Silinder: 1
BoreXStroke: 59,5X53,5 mm
Volume silinder: 148,75 cc
Rasio kompresi: 11,3:1
Tenaga maksimum: 9,7 kW (13,2 bhp) @ 8.000 rpm
Torsi maksimum: 12,5 Nm @ 5.500 rpm
Sistem starter: Electric dan kick starter
Karborator: UCAL-VM 22
Transmisi: Manual 5 speed (N-1-2-3-4-5)

Kaki-kaki
Rem depan: Disc 290 mm
Rem belakang: Disc 185 mm
Roda depan: 70/90-17
Roda belakang: 80/90-17
Suspensi depan: Telescopic
Suspensi belakang: canister monoshock

Kelistrikan
Ignition system: DC TCI

Electricity system: 12V, AC, Magneto
Headlamp: Hologen 30/30 W
Sparkplug: Bosch Super UR5DC
Battery: 12V/5Ah

Kapasitas
Fuel tank: 4,1 liter

Fitur lain:
– Turbotune technology
– Dual tune muffler
– Odometer inovatif dengan pengingat helm
– i-Charge

 

sedikit catatan masukan untuk TVS:

#saat mesin tormax mati , & posisi gear masih masuk ternyata tombol starter bisa dinyalakan tanpa menarik tuas kopling (agak kurang safety nech)

#dalam kondisi motor berjalan normal pelan,   jika tuas persneling di injak mundur terus,  posisi gear bisa netral”   (bahaya juga jika rider nya kagok dengan kebiasaan pindah gear model sport saat posisi menanjak)

seingat WD , di dalam transmission system shifting drum terdapat gear bintang yang terdapat stopper sehingga saat mesin berjalan ” harusnya tidak bisa di netralkan ”  cmiiw

wis  sekian dulu ahh ., monggo di share.  salam from warung DOHC never_ending_horee_exploring!

Wassalamualaykum  😉

Iklan

Responses

  1. woooooogh akhir’e metu pisan

    wes ta’ enteni dari minggu kemaren om

    makin penasaran aku numpak tormax om

    • lha kemarin liat di ANTV ga? :mrgreen:

      • ora om :mrgreen:
        gara2 keakean ndelok batu tv iki

  2. di tunggu harga sekenya..

  3. sepidonya dihargain berapa oom!?
    lengkap gitu, wkwkwk 😆

    • mahal ketoki speedo nya 😛

  4. keluar jga artikel setelah lama bertapa..

    mas masih terima oprek motor ga? minta alamat + cp nya. mumpung mo ada kerjaan di kiic nih. udah deket kan ma tempat mas aziz.

    • monggo mas, kalo mau maen mampir aja, aku di peruri puri teluk jambe 🙂 #alamat detail send pm 🙂

      • pm sent

      • pm send yg mana mas?, saran fb kah?
        ke mail to warung.dohc@yahoo.com aja 🙂

  5. melbu tipi :mrgreen:

  6. Tobecontinue @sorabi Enhai :mrgreen:

  7. Mantab.
    Kayaknya rutenya lebih menarik dari motornya

  8. […] + Bandrek Waroeng Setiabudi, Bandung Yups masih sambungan  dari jalan2  minggu kemarin di bandung sekalian Touring  , malam minggu saat santai di Hotel Cipaku, datang lah 2 rekan Koboys chapter bandung dengan […]

  9. lebih berat dari vixi kayaknya…

    • termasuk lumayan untuk ukuran bebek………

  10. mangtaaafff tenan,,
    http://mesin4tak.wordpress.com/2011/12/11/meraba-dipisahkannya-jaringan-ktm-dan-bajaj-auto-indonesia/

  11. shiftingy bz segalak fu nui . . .

    • hentakan nya sepadan lagh 🙂
      dlm kondisi std maybe speed tinggian fu, namun tenaga tormax melimpah ruah, terutama untuk akselerasi dan tanjakan

  12. wahh kira2 sama FU tarikannya menang mana tuh?

  13. perlu uji coba juga di tanjakan sarangan nech mas bro?

    • sekalian coba track batu-cangar- tembus gunung rekk!

      • wahh kalau di suruh touring lagi ke Bromo di fasilitasi pakai nich motor WD juga siap mas bro! aghihii :mrgreen:

        #kalau perlu via pananjakan yang sadiss tanjakannya 😛

  14. gila juga ya… kompresi tinggi masih doyan premium?

  15. motor bagus nech tapi harus di perluas jaringan servisnya ketersediaan part nya juga penting!

  16. ini bebek udah mulai berseliweran di daerah kalimantan bro!

  17. tormax bakal jadi pesaing FU dalam drag?
    😛

    • belum ada yang uji di lintasan drag resmi mas bro 🙂 , sementara baru menorehkan podium di roadrace region kalimantan

  18. seingat WD , di dalam transmission system shifting drum terdapat gear bintang yang terdapat stopper sehingga saat mesin berjalan ” harusnya tidak bisa di netralkan “ cmiiw
    ————————————————-
    wah setahu saya itu mah patennya motor jepang tuhh

    • wah…. tau aja sich mas bro ❓ aghihihi :mrgreen:

  19. Nganu mas….. Pakai premium ada gejala detonasi/ngelitik gak mas…??

    • selama pengetesan kemaren hampir bisa dikatakan minim gejala ngelitik mas, seingat ku hanya beberapa kali kejadian ngelitik, saat saya uji paksa menanjak ekstrem dengan gear tinggi tanpa nurunin persneiling 🙂 #meski begitu GM bag service tetap menyarankan pertamaxx (jika ingin performa optimum) 🙂

  20. ni bebek garansi mesin nya berapa tahun mas?

  21. Tormax torque maximal atau touring maximal nih : D , melihat bore x stroke nya nih motor over bore . . . Bengis di putaran atas gampang untuk mengail rpm tinggi . . . Sayang topspeed blm maximal saat tes krn di jalan umum /touring . Coba kalau disentul . . .

    • yaitu tadi #unik seperti yg saya bilang mas bro, nendang di putaran bawah, biasa2 aja di tengah, mencuat lagi di high rpm, kalo uji di sentul sich udah ada dari tvs, cuma beritanya kurang heboh he he he 🙂

  22. memang mantap ni motor

  23. kulonuwun masbro. #absen lagi yak 🙂
    perbedaan dual silencer knalpot kok gak dibahas om
    significant gak powernya?
    thengkyu yak

  24. […] Test ride – Touring TVS Tormax 150 jakarta-puncak-bandung # etape 2 […]

  25. […] & semacamnya? jangan berlama-lama! Ceritanya begini….    saat  WD diundang test ride tormax di bandung kemarin sebelum keberangkatan ke bandung semua peserta berkumpul di sebuah SPBU sebagai assembly […]

  26. alah tabungan rung cukup ge mboyong sisemok ini

    • siph di tabung om 😉

  27. ajiep ko ga bikin acara lagi

    • nunggu undangan mas bro xi xi xi :mrgreen:

  28. Dealer tvs solo jogja dimana ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: